gurame Pictures, Images and Photos

budidaya lele phiton + sangkuriang

Pendahuluan :
Pemijahan ikan lele semi intensif yaitu pemijahan ikan yang terjadi dengan memberikan rangsangan hormon untuk mempercepat kematangan gonad, tetapi proses ovulasinya terjadi secara alamiah di kolam. Perkembangan dalam budidaya ikan lele khususnya dalam usaha pembenihan ikan lele telah mengalami kemajuan yang sangan pesat. Untuk merangsang pemijahan sekarang dapat digunakan hormon buatan atau hormon sintesis yang banyak diproduksi di luar negeri. Beberapa jenis hormon sintesis tersebut misalnya Ovaprim, Persyaratan agar penyuntikan dengan hormon dapat efektif maka induk ikan lele harus sudah mengandung telur yang siap untuk memijah (matang telur). Apabila kondisi induk tidak matang gonad, tentu injeksi hormon yang dilakukan tidak akan efektif (tidak berhasil).

Persiapan alat :
1.Alat Injeksi ukuran 1cc/ml
2.Hormon Ovaprim
3.Akuades
3.Styrofoam Box

Persiapan Kolam :
Untuk pemijahan 1 pasang lele, kami menggunakan kolam berukuran 2x3 meter dan ketinggian air 20 cm. Yang sudah di lengkapi dengan media ijuk.

Persiapan Induk :

Syarat indukan jantan
1.Kepala indukan jantan lebih kecil dari indukan ikan lele betina.
2.Warna kulit dada indukan jantan agak tua bila dibanding indukan betina.
3.Kelamin jantan menonjol, memanjang ke arah belakang, terletak di belakang anus, dan warna kemerahan.
4.Gerakan indukan jantan lincah, tulang kepala pendek dan agak gepeng
5.Perut indukan jantan lebih langsing dan kenyal bila dibanding indukan ikan lele betina.
6.Bila diurut dari bagian perut ke arah ekor indukan lele jantan akan mengeluarkan cairan putih kental (spermatozoa+mani).
7.Kulit jantan lebih halus dibanding betina.

Syarat indukan betina
1.Kepalanya lebih besar dibanding induk lele jantan.
2.Warna kulit dada agak terang.
3.Kelamin berbentuk oval atau bulat daun, berwarna kemerahan, lubangnya agak lebar, letaknya di belakang anus.
4.Gerakannya lambat, tulang kepala pendek dan agak cembung.
5.Perutnya lebih gembung dan lunak.
6.Bila diurut dari bagian perut ke arah ekor indukan betina akan mengeluarkan cairan kekuning-kuningan (ovum/telur).

Menyuntik Induk Lele Dengan Hormon Ovaprim :

Timbang induk ikan lele (jantan dan betina) dan tentukan dosis Ovaprim.
Induk yang beratnya ± 1 kg, dosis hormon Ovaprim 0,3-0,5 ml. Bila beratnya 0,5 kg maka dosis yang diperlukan setengah nya, yakni 0,15 - 0,25 ml (sesuai petunjuk pada wadah hormon tersebut).
Sedot dengan alat injeksi spuit sebanyak hormon yang diperlukan, misalnya 0,5 ml. Usahakan posisi botol dan injeksi spuit tegak lurus, botol berada di atas. Setelah itu, sedot lagi dengan injeksi spuit yang sama akuades sebanyak 0,5 ml juga untuk mengencerkannya.

Tangkap induk lele dengan menggunakan seser induk. Kemudian seorang membantu memegang induk lele yang hendak disuntik (ikan betina terlebih dahulu) dengan menggunakan kain untuk menutup dan memegang kepala ikan dan memegang pangkal ekornya.
Kemudian suntikkan hormon yang sudah disiapkan tadi ke dalam daging lele di bagian punggung, setengah dosis di sebelah kiri dan setengah dosis disebelah kanan dengan kemiringan jarum sunik 40 – 45ยบ. Kedalaman jarum suntik ± 1 cm dan disesuaikan dengan besar kecilnya tubuh ikan.
Lakukan penyuntikan secara hati-hati. Setelah obat didorong masuk, jarum dicabut lalu bekas suntikkan ditekan/ditutup dangan jari telunjuk beberapa saat agar obat tidak keluar.


Pemberokan Induk Lele :
Setelah 1 pasang induk di suntik, segera masukkan ke dalam Styrofoam Box untuk di lakukan pemberokan selama 10 jam. Diusahakan lele di suntik antara jam 8-9 pagi, dan kira2 jam 6-7 malam sudah bisa di lepas di kolam pemijahan yang sudah di persiapkan dengan media ijuknya. Biarkan lele memijah secara alami dan telur-telur akan menempel pada ijuk pada ke esokan harinya.
Setelah pemijahan selesai, langsung angkat induk dan kembalikan ke kolamnya masing-masing. Telur akan menetas setelah 24 jam.